NYANYIAN PENA

Andrie Wongso: Selamat Pagi! Luar Biasa!

Posted on: Mei 10, 2010

“Selamat pagi! Luar biasa!!!”
“Selamat pagi! Luar biasa!!!”

Seorang pria 30-an tahun menyapa Andrie Wongso dengan penuh semangat. Pak Andrie Wongso, motivator ulung itu, pun menjawab dengan lebih semangat lagi. Macam baru habis makan atau hendak perang saja! Saat itu pukul 10 malam atawa pukul 22.00 WIB di Surabaya.

“Tengah malam begini kok selamat pagi? Bukan selamat malam? Apa saya tidak salah dengar?” saya menggerutu dalam hati.

Tak lama, datang lagi rombongan orang, usianya variasi. Mereka pun mengucapkan salam itu: “Selamat pagi! Luar biasa!”

Pak Andrie Wongso menjawab: “Selamat pagi! Luar biasa!!!”

Akhirnya, saya pun sadar bahwa beginilah gaya Andrie Wongso. Cara pria asal Malang, lahir Desember 1954, dalam menyuntikkan motivasi kepada pendengarnya. “Selamat pagi! Luar biasa!” Kalimat ini diucapkan dengan tegas, pendek, ala tentara.

Saya pun coba menyapanya: “Selamat pagi! Luar biasa!” Hehehe… Pak Andrie Wongso pun menjawab seperti itu. Gayanya sudah terpola. “Mereka-mereka yang sudah ikut pelatihan Andrie Wongso pasti sudah hafal dengan ucapan itu. Semacam ciri khas lah. orang yang belum kenal Andrie Wongso, ya, pasti heran, malam-malam kok selamat pagi? Siang-siang selamat pagi?”

Begitulah. Andrie Wongso, yang mengaku bergelar SDTT [Sekolah Dasar Tidak Tamat], hanya mengenal PAGI. Tidak ada siang, sore, senja, malam, subuh…. Pagi itu identik dengan kegairahan, kesegaran, semangat. Maka, jangan sekali-kali engkau mengatakan ‘selamat malam’ atau ‘selamat sore’. Harus selalu PAGI, PAGI, PAGI. Semangat, semangat, semangat!

Ceramah-ceramah Andrie Wongso memang penuh semangat. Namanya juga motivator. Sejak 1989 dia menjadi pembicara di mana-mana. Kerjanya memompa semangat, motivasi untuk sukses. Istilah lawasnya: maju terus pantang mundur! Jangan pernah punya semangat kalah. Target harus tinggi. Jadilah pemenang, bukan pecundang!

Karena itu, Andrie Wongso pernah dibayar khusus oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memotivasi kontingen Pekan Olahraga Nasional XVI di Palembang. Para atlet dipacu semangatnya untuk merebut emas sebanyak-banyaknya. Andrie juga dibayar lagi untuk ‘memprovokasi’ semangat atlet-atlet Piala Thomas dan Piala Uber.

Menang semua? Hehehe…. Lawan-lawan pun bayar motivator juga. Mereka juga latihan, persiapan lama, punya bakat dan catatan prestasi. Maka, ada yang menang, ada yang kalah. Kalau engkau tidak berlatih, fisik lemah, bakat kurang, ya, tak akan menang meskipun tiap hari dipompa oleh Andrie Wongso.

“Emangnya Andrie Wongso ini tukang sulap? Dia kan cuma jual omongan. Isone ya ngacor tok. Hehehe…,” kata teman saya, Cak Mamat.

Apa pun kata orang, di zaman kompetisi macam ini orang-orang kota selalu butuh motivasi lebih untuk maju. Jangan heran manusia-manusia yang pandai bicara macam Andrie Wongso, Tanadi Santoso, James Gwee [dan seabrek nama lagi] beroleh lahan pekerjaan. Kerjanya ya ngomong-ngomong-ngomong! Dan orang suka dengar meskipun setelah pulang baru sadar kalau kata-kata di ceramah itu tidak sesederhana di alam nyata.

Andrie Wongso selalu menceritakan masa kecilnya yang sengsara di Malang. Anak kedua dari tiga bersaudara ini lahir dari keluarga Tionghoa miskin. Ia tidak tamat sekolah dasar, putus kelas enam, karena sekolah Tionghoa ditutup pemerintah Orde Baru. Tak putus asa, Andrie kecil menjual kue-kue di pasar dan toko-toko di Malang.

“Saya tidak pernah malu karena saya dan orang tua harus survive. Kalau nggak jualan ke pasar-pasar, kami makan apa?” ujar Andrie Wongso di Surabaya beberapa waktu lalu.

Seperti kisah sukses baba-baba Tionghoa lain, yang memulai usaha dari nol, jualan kelontong, Andrie Wongso berkembang seperti sekarang. Jadi pembicara di mana-mana. Termasuk menceramahi profesor doktor. Menulis buku yang laris manis. SDTT menjadi kecap manis tersendiri bagi Andrie Wongso sebagai motivator.

“Masa, saya yang SD tidak tamat saja bisa (sukses), lha wong kalian yang sarjana, tamat SMA, lahir dari keluarga mampu, nggak sukses?” begitu kira-kira logika Pak Andrie. Maka, berbahagialah orang yang miskin, sekolah rendah, tapi sukses!

Beberapa waktu lalu Andrie Wongso memberikan tips untuk menghadapi tahun 2008. Kuncinya: pikir dan aksi! THINK and ACTION! “Proses THINK tanpa disertai ACTION hanya akan berujung pada kesia-siaan. Sebaliknya, ACTION tanpa THINK akan bias ke mana-mana,” pesan pemilik situs http://www.andriewongso.com ini.

Selamat pagi! Luar biasa!
Selamat pagi! Luar biasa!
Selamat pagi! Luar biasa!
Selamat pagi! Luar biasa!
Selamat pagi! Luar biasa!
Selamat pagi! Luar biasa!
Selamat pagi! Luar biasa!

Hehehehe…. Apanya yang luar biasa, Cak?

Sumber: http://hurek.blogspot.com/2008/03/andrie-wongso-selamat-pagi-luar-biasa.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: