NYANYIAN PENA

Royalti itu 10 % atau ….

Posted on: Oktober 9, 2008

Sebenarnya, royalti menulis buku biasanya itu 10 % atau 5 % sih? Bisakah Anda menjelaskannya kepada saya. Sebab, saya sering baca di buku-buku kiat menulis, yang selalu dijadikan contoh untuk jumlah royalti yang diberikan penerbit kepada penulis buku sebesar 10 %. Tapi kenyataannya, selama ini saya selalu mendapati penerbit yang memberikan royalti cuma 5 % dari harga buku di pasaran. Memang sih ada juga yang memberi 10 %, tapi dari harga netto (harga buku setelah dipotong 50%). Berarti sama aja bo’ong.

Untuk buku pertama saya, saya mendapatkan royalti 5 % dari harga bandrol. Tapi saya dapet uang depe sebesar 500 ribu ketika buku saya pertama kali terbit. Naskah saya yang lain pernah hampir lolos di sebuah penerbit. Waktu itu royalti yang ditawarkan juga sama, 5 % dari harga bandrol. Cuma uang depenya agak gedean dikit. Penerbit katanya akan memberikan uang depe sebesar 1 juta. Tapi sayang, naskah saya batal diterbitkan.

Kemudian, buku kedua saya pun sama. Walaupun saya dapat royalti 10 %, tapi dihitung dari harga netto, yaitu harga buku di pasaran dipotong 50%. Jadi, kalau dihitung-hitung, sama saja dengan yang lain. Saya cuma dapat 5 % dari harga bandrol.

Kawan…

Sengaja saya menuliskan tentang hal ini agar para penulis pemula (seperti saya) tahu, bahwa jumlah royalti yang akan didapat dari menulis buku jumlahnya bervariasi. Tidak melulu 10 % seperti yang sering dijadikan contoh di buku-buku kiat menulis. Jadi, kalau nanti ketemu penerbit yang ngasih royalti 5 % jangan kaget. Dan biar nggak kaget, makanya saya beri tahu dari awal. Terutama bagi mereka-mereka yang memang tujuan menulis buku murni untuk mendapatkan uang. Mereka harus siap menerima kenyataan jika nanti ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang selama ini dibayangkan.

Saya saja awalnya sempat kaget juga. Saya kira kebanyakan penerbit akan memberi royalti 10 %. Mungkin ada yang ngasih di bawah itu, tapi perkiraan saya jumlahnya sedikit. Tapi kenyataannya, yang selalu saya dapati ialah penerbit yang memberi royalti cuma 5 %.

Perlu saya jelaskan bahwa memang saya menulis bukan semata-mata untuk mendapatkan uang. Tetap tujuan saya menulis ialah untuk memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Nah, kalau saya diberi royalti besar, khan saya jadi lebih bisa menebar manfaat secara lebih banyak lagi. Dari uang royalti itu, saya bisa membeli ”suplemen” agar kerja saya bisa lebih kuat dan semangat untuk menghasilkan karya yang lebih banyak. Tul, gak ?!

Saya setuju dengan pernyataan ”Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang”. Berarti menulis pun butuh uang. Berarti juga memberi manfaat kepada masyarakat lewat tulisan juga butuh uang. Seandainya uang yang diperoleh lebih besar, tentu akan lebih besar juga manfaat yang bisa diberikan lewat tulisan. Misalnya dengan royalti 5 % kita selanjutnya bisa menulis satu buku, maka dengan royalti 10% kita bisa bikin buku lebih banyak lagi. Berarti manfaat yang bisa kita berikan akan lebih banyak lagi.

Tapi saran saya, tetaplah menulis walaupun royalti yang kita dapat Cuma 5 %. Insya Alloh, jika niat kita ikhlas, uang yang kita peroleh akan barokah untuk kita. Bisa saja, misalnya, kita dikasih royalti 10%, tapi ternyata buku kita tidak laku sehingga uang yang kita dapat sedikit; atau bukunya laku tapi uang yang kita dapat cepat menguap karena kita tidak ikhlas. Dan bisa saja kita dikasih royalti Cuma 5%, tapi buku kita best seller; atau walaupun kurang laku, uang yang kita dapat meskipun tidak seberapa jumlahnya, ternyata cukup untuk modal menulis banyak buku. Namun yang terbaik tentu saja kita dapat royalti besar, buku best seller, dan kita kemudian bisa berkarya lebih banyak lagi. Gimana, setuju?!

2 Tanggapan to "Royalti itu 10 % atau …."

Memang biasanya begitu… tapi kalau tulisan kita bagus dan kita sudah sering nulis di banyak tempat angka 10% itu sangat mudah, bahkan bisa lebih. Untuk pemula wajar jika 5% dari harga banderol. bahkan pernah saya ketemu penulis, royaltinya agak lebiuh tinggi dari 5%, tapi bukan dari harga banderol, harga setelah dikurangi promosi. Dan kalau dihitung-hitung malah kurang dari 5%.

Semangat, terus hasilkan karya, masalah royalti InsyaAllah akan naik dengan sendirinya…

Memang ada sih yang ngasih 10 % dari harga netto, tapi karena memandang penulisnya belum “gaul” dengan dunia penerbitan. Tapi kalau yang sudah tahu seluk beluk penerbitan, biasanya 12,5 persen dari harga netto, harga netto adalah 55% dari harga bruto.
Tapi memang ada juga yang cuma 8 % dari harga netto, padahal yang bersangkutan adalah penerbit sangat besar di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: