NYANYIAN PENA

MENULIS DENGAN CINTA

Posted on: Mei 24, 2008

Menulis dengan cinta !? Apa maksudnya? Apa maksudnya menulis bareng-bareng sama si Cinta[1] anak tetangga sebelah yang cakep itu?

Bukan…bukan itu maksudnya. Maksudnya itu menulis dengan didasari rasa cinta. Gimana, ngerti nggak, ente?!

Apa..! Masih belom ngerti juga. Oke..oke… Nggak apa-apa. No problem. La ba’sa. Nih penjelasannya. Simak baik-baik ya. Tapi awas, jangan sampe ketiduran!

***

Sebelum saya menjelaskan maksud dari ”Menulis Dengan Cinta”, saya ingin sedikit bercerita. Begini nih ceritanya…

Saya punya kebiasaan yang sampai saat ini masih suka saya lakukan. Walaupun bukan sebuah kebiasaan yang luar biasa, tapi sulit untuk saya tinggalkan. Kebiasaan saya yaitu berkunjung ke toko buku paling tidak sekali dalam sebulan.

Entahlah, kenapa kok saya jadi suka main ke toko buku ya? Awalnya sih, waktu SMU dulu, saya ke toko buku cuma ingin ngeliat kunci-kunci gitar yang ada di buku kumpulan lagu plus kord-kord gitarnya. Karena dalam satu buku cuma ada satu-dua lagu yang saya suka, jadinya saya males untuk membelinya. Saya lebih memilih untuk menghafalkannya. Lho, kenapa nggak dicatet aja? Pengen sih untuk mencatetnya. Tapi, takut dimarahin sama penjaga toko. Teman saya saja pernah ada yang dimarahin.

Tapi itu dulu, waktu saya masih jahil. Sekarang alhamdulillah sudah nggak lagi. Sekarang, kalau saya ke toko buku biasanya untuk mencari informasi dan ilmu baru. Saya juga sekarang, setelah menyenangi dunia tulis-menulis, biasanya suka melakukan pengamatan kalau ke toko buku. Bukan ngamatin pengunjungnya yang kebanyakan perempuan. Tapi, ngamatin buku-buku yang ada di sana. Buku apa saja yang best seller? Apa saja judul-judul buku yang menarik? Bagaimana gaya bahasa yang biasa digunakan oleh penulis buku yang best seller? Dst…dst…

Biasanya, kalau sudah main ke toko buku saya jadi nggak tahu waktu (soalnya saya sering nggak bawa jam tangan he..he…). Saya pun bisa betah berdiri berjam-jam di sana, walaupun kadang diselingi dengan jongkok dan berjalan-jalan kecil. Kadang saya datang ketika toko buku baru dibuka (sekitar jam 10-an), kemudian pulang sore sekitar jam 5-an. Hampir 3-4 jam-an saya berada di toko buku.

Tapi, walaupun saya sering main ke toko buku, saya jarang membeli buku di sana. Habisnya harga bukunya tidak bersahabat dengan isi kantong saya. Udah gitu nggak ada diskonnya lagi. Kadang-kadang saja saya beli buku di sana. Itupun kalau memang bukunya pengen banget saya miliki dan kondisi kantong mendukung. Kalo nggak, ya…mendingan saya baca saja sambil berdiri.

Oya, toko buku yang biasa saya kunjungi namanya…mmm…perlu disebutin nggak ya? Kayaknya nggak perlu disebutin juga kebanyakan orang saya yakin sudah pada tahu. Sebab hampir di seluruh kota di Indonesia ada toko buku ini. Toko buku yang sering saya kunjungi ini terletak di daerah blok M. Tepatnya di sebelah kanan terminal. Deket apa ya… mmm…Pasar Raya kalo nggak salah. Lokasinya agak nyempil ke dalem. Untuk menuju ke sana harus ngelewatin sebuah lorong yang dipenuhi para pedagang baju, sepatu, dll. Tokonya berlantai empat, kalo nggak salah.

Kalau dulu sih, waktu SMA, saya biasanya mainnya ke toko buku yang terletak nggak begitu jauh dari rumah saya. Nama tokonya sama dengan yang di blok M. Lokasinya di daerah kreo. Tepatnya di Hero kreo. Tapi sayang. Tokonya hancur terbakar gara-gara kerusuhan Mei pada tahun 1998. Toko satunya lagi juga hancur yang lokasinya di deket SMA saya. Eh, nggak terlalu deket sih. Cuma, kalau saya pulang-pergi sekolah biasanya lewatin toko ini. Dan, kalau pulang sekolah kadang saya suka mampir ke sana bareng temen-temen. Jadi, toko buku yang meurut saya agak lengkap dan terdekat dari rumah saya, ya… di blok M itu. Makanya saya jadi sering maennya ke sana.

Pada suatu hari… (bersambung kapan-kapan)


[1] Anaknya baru berumur 1 tahun lagi! Jadi, jangan su’uzhon ya… he..he..hee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: