NYANYIAN PENA

8 LANGKAH SEDERHANA MENULIS BUKU

Posted on: Mei 13, 2008

8 LANGKAH SEDERHANA MENULIS BUKU

(Studi Kasus Penulisan Buku “Ngerokok Bikin Kamu ‘Kaya’”

Langkah Pertama: Menentukan Tema

Apa yang ingin saya tulis? Pembahasan apa yang ingin saya angkat menjadi sebuah tulisan? Demikianlah kira-kira beberapa pertanyaan yang ”nagkring” di kepala ketika hendak memulai menulis buku. Yang harus saya tentukan pertama kali adalah tema buku yang akan saya tulis.

Terkadang, saya juga suka minta masukan kepada kepada kawan-kawan saya. ”Kira-kira tema yang menarik untuk ditulis apa ya?”, demikian tanya saya kepada seorang kawan. Kemudian kawan saya itu pun memberi masukannya kepada saya. Hal ini sengaja saya lakukan agar saya tidak terjerat pada sikap subyektif. Boleh jadi saya menganggap suatu tema bagus dan menarik, tapi ternyata orang lain menganggap sebaliknya atau menilainya biasa-biasa saja, tiada yang istimewa.

Namun, untuk masalah tema, untuk saat ini saya tidak terlalu kesulitan. Sebab, saya memunyai cukup banyak tema untuk dikembangkan menjadi sebuah tulisan (buku). Tema-tema itu saya kumpulkan dalam sebuah buku saku lengkap dengan judul dan kerangka karangan tentatif. Biasanya, kalau terlintas dalam pikiran sebuah tema yang menarik, maka langsung saya tuliskan dalam buku. Saya buat judul tentatifnya dan apa saja kira-kira yang akan saya bahas tentang tema itu.

Nah, berbicara tentang buku saya berjudul “NGEROKOK BIKIN KAMU ”KAYA”’, sebenarnya sudah cukup lama saya berkeinginan untuk menulis buku tentang rokok. Kira-kira setengah tahun yang lalu. Waktu itu rencananya saya akan beri judul buku saya ”MISTERI PEMBUNUH BERASAP”. Judul ini saya ambil dari artikel saya yang pernah dimuat di Majalah Remaja El-Fata Solo sekitar 3 tahun yang lalu (Vol 5/ No. 02/ 2005). Artikel saya itu oleh redaksi diberi judul ”PEMBUNUH BERASAP”. Berbeda dengan judul yang saya berikan ketika menulis artikel itu. Waktu itu artikel itu saya beri judul ” MEROKOK = BUNUH DIRI”. Tapi kalau saya nilai, judul yang diberikan redaksi ternyata lebih menarik dibanding judul yang saya berikan. Makanya saya jadi tertarik untuk menjadikannya sebagai judul buku yang hendak saya tulis. Karena waktu itu banyak buku di pasaran yang mengunakan judul ”MISTERI ……”, maka saya pun jadi ikut-ikutan ingin memberi judul buku saya dengan menggunakan kata-kata ”misteri” juga. Biar lebih menarik, pikir saya waktu itu. Maka, jadilah lahirlah judul ”MISTERI PEMBUNUH BERASAP”.

Mungkin timbul pertanyaan. Mengapa saya menulis buku yang membahas tentang rokok? Bukankah buku yang bertema rokok sudah banyak, baik yang ditulis oleh penulis dalam negeri maupun luar?

Jawaban saya, memang benar buku yang membahas tentang rokok sudah cukup banyak. Tapi, apakah dengan banyaknya buku itu sudah bisa menjadikan masyarakat kita berhenti merokok? Atau minimal mengurangi jumlah perokok? Wallahu a’lam. Nyatanya, saya mendapati bahwa masyarakat kita justeru makin banyak yang merokok. Masih banyak di antara mereka yang belum mengetahui tentang hukum merokok. Padahal buku yang membahas tentang keharaman rokok sudah banyak beredar. Tapi kenyataannya, jumlah perokok semakin hari semakin bertambah.

Inilah salah satu motivasi terbesar saya membahas tema tentang rokok. Keinginan saya, dengan buku yang saya tulis, bisa menyadarkan para perokok bahwa merokok telah divonis haram oleh para ulama.Sehingga, harapan saya, mereka pun langsung meninggalkannya.

Lho, bukankah buku yang membahasa tentang keharaman rokok juga sudah banyak? Apalagi yang menulisnya adalah para ulama, semisal Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

Benar sekali. Memang benar bahwa buku yang membahas tentang keharaman rokok sudah cukup banyak. Hanya saja saya punya cerita begini. Ada seorang kawan yang pernah memberikan buku tentang keharaman rokok kepada ayahnya yang seorang perokok berat. Kawan saya itu meletakkannya di meja ayahnya. Namun, ayahnya itu tetap melanjutkan kebiasaan merokoknya. Dan kawan saya itu tidak melihat buku yang pernah dia berikan kepada ayahnya. Kawan saya itu tidak tahu, apakah buku itu dibaca oleh ayahnya atau tidak. Bahkan kawan saya mengatakan,”Nggak tahu tuh..bukunya dibuang kali sama bapak ane”.

Perkiraan saya, ayah kawan saya itu tidak tertarik untuk membacanya disebabkan judul buku itu sudah langsung memvonis bahwa rokok hukumnya haram. Makanya dia jadi malas dan tidak tertarik untuk membacanya. Jadi, kalau membacanya saja sudah tidak mau, bagaimana mau diharapkan bisa berubah.

Berangkat dari pengalaman kawan saya ini, saya jadi tertarik untuk menulis buku tentang rokok yang lain daripada yang lain. Saya ingin membuat tulisan dengan gaya bahasa yang ringan dan santai. Tidak langsung to the point mengatakan bahwa rokok haram. Walaupun intinya sama. Inginnya, setelah membaca buku saya ini, orang jadi berhenti merokok. Syukur-syukur bisa seperti kejadian di jaman Rasulullah dahulu. Begitu para Sahabat mengetahui bahwa khamar (minuman keras) diharamkan, mereka pun langsung membuang semua khamr yang mereka miliki tanpa beralasan macem-macem.

Kemudian, termasuk yang membuat saya termotivasi untuk menulis tema tentang rokok, ialah dikarenakan referensi yang mudah didapat. Apalagi saya sudah pernah menulis dengan tema serupa. Peninggalan referensi masa lalu masih tersimpan rapih. Jadi, saya tidak perlu repot-repot lagi mencari referensi. Ibaratnya tinggal copypaste dan sedikit penyempurnaan. Dan, ini merupakan salah satu tips menulis yang sering saya dengar disarankan oleh para penulis senior. Tulislah sesuatu yang referensinya mudah didapat.

(Bersambung…)

4 Tanggapan to "8 LANGKAH SEDERHANA MENULIS BUKU"

syukran atas kirimannya. Saya yakin dengan seyakin-yakinnya, seseorang yang sungguh2 dan serius mencari ilmu ia pasti akan mendapatkannya ” dari arah yang tak disangka-sangka”

Terima kasih atas infonya.

Sebuah artikel menarik. Semoga apa yang kamu inginkan dapat segera tercapai.

Selamat berjuang!

Amiin. Terima kasih

Terima kasih atas infonya, cuma gimana cara saya bisa posting mengenai tulisan2 saya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: